MAGELANG (19/3). Sebagaimana instruksi DKN Garda Bangsa agar setiap
Pengurus DKC di seluruh Indonesia menyelenggarakan Musabaqoh Kitab Kuning
(MKK), kemarin (18/3) DKC Garda Bangsa Kabupaten Magelang melaksanakan MKK
tingkat kabupaten yang diikuti sebanyak 82 peserta santri putra dan putri dari perwakilan
pondok pesantren yang ada di Magelang.
Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Hasan Geger, Girirejo, Tegalrejo, Lomba
baca Kitab Kuning ini menentukan juara 1,2 dan 3 dari setiap kategori putra dan
putri yang selanjutnya pemenang dari lomba MKK ini akan dikirim ke tingkat
provinsi guna dilakukan seleksi untuk mewakili ke tingkat Nasional pada babak
semifinal serta grand final di Jakarta.
Lomba ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya diselenggarakan oleh
jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang. Pada lomba sebelumnya materi yang
dilombakan adalah Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. Untuk kali ini lebih variatif dengan
kitab Fathul Qorib dan ‘Imriti untuk kategori Ula sedang untuk tingkat Ulya
kitab Ikhya’ ‘Ulumuddin dan kitab Alfian Ibnu Malik .
Dalam sambutan pembukaanya, Gunawan Sugiarno selaku ketua DKC Garda
Bangsa Kabupaten Magelang mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam
rangka Harlah Garda Bangsa ke 18 yang bertujuan untuk melestarikan dan mengkaji
kandungan khazanah keilmuan di pesantren.
Selanjutnya ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Suwarsa, dalam
sambutanya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sebuah
motivasi bagi para santri untuk lebih giat dalam mempelajari khazanah pesantren
sehingga tradisi mempelajari kitab kuning akan senantiasa terjaga dan tidak
luntur di era modern saat ini.
“Pesantren adalah bagian dari penopang sejarah kehidupan bangsa
Indonesia, untuk itu kita harus seantiasa menjaga dan melestarikan nilai-nilai
yang ada di Pesantren. kegiatan ini juga menjadi bagian komitmen PKB dalam
mendukung gerakan Ayo Mondok yang sedang digalakan oleh NU” terangnya.
Senada dengan suwarsa, ketua dewan syuro PKB Kabupaten Magelang, Kyai Solihun
pada kesempatan yang sama menyampaikan agar para santri untuk iklhas dalam
mencari ilmu, mengkaji kitab kitab warisan para ulama baik di pesantren maupun
di sekolah formal untuk mencari ridho Alloh SWT.
“ Saya berpesan kepada segenap santri peserta lomba, niatkan kalian
mengikuti lomba ini untuk munadzarah (deres) bukan niat untuk mencari hadiah
(juara), kalau niatnya hanya mencari hadiah kalau tidak menang tidak
mendapatkan apa apa, tapi jika niat untuk ibadah pastinya pahala akan didapat,”
pesan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasan, Geger, Tegalrejo tempat
berlangsungnya kegiatan MKK kali ini.
Turut hadir pada acara pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Muhamad Yusuf
Chludori ketua DPW PKB Jawa Tengah, M.Budiono dan Muhamad Hendri Wicaksono
Anggota DPRD Jawa Tengah sekaligus ketua DKW Garda Bangsa dan segenap Anggota Fraksi
PKB Kabupaten Magelang. (Njb)