Sabtu, 17 September 2016

DPC PKB MAGELANG GELAR SHOLAWAT NARIYAH NUSANTARA

MAGELANG (17/09). Menindaklanjuti instruksi dari Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) hari ini DPC PKB Kabupaten Magelang menggelar Mujahadah Sholawat Nariyah Nusantara.
Acara yang digelar secara serentak seluruh Indonesia ini melibatkan seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan. Dibaca selepas maghrib sampai isya dengan 4444 bacaan untuk satu majlis. DPC PKB Magelang menggelar acara tersebut di kantor sekretariat dengan mengundang seluruh pengurus cabang beserta Fraksi PKB.
Dalam sambutanya, Sukur Achadi selaku wkil ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Magelang mengatakan tujuan diselenggarakanya Sholawat Nariyah adalah sebagai upaya membumikan bacaan sholawat nariyah ke segenap lapisan masyarakat. Selain itu pembacaan sholawat oleh pengurus PKB di semua tingkatan bertujuan agar senantiasa diberi keberkahan dan kemudahan dalam berjuang membesarkan PKB.  
“Acara ini juga bagian dari melestarikan tradisi membaca sholawat yang tentunya kita sertai niat agar hajat ketua umum kita Bapak Muhaimin Iskandar tercapai. Kita juga bersama berdoa untuk hajat kita masing-masing semoga apa yang kita mohonkan terkabul” ujarnya.

Adapun rangkaian acara Mujahadah Sholawat Nariyah ini dikonsep secara sederhana dengan manual acara mengikuti format acara yang diberikan oleh DPP.(Njb)

Selasa, 02 Agustus 2016

DPC PKB MAGELANG RAIH PENGHARGAAN PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN PARTAI

MAGELANG (2/08). Bertempat di Hotel Patrajasa Semarang, kemarin (Minggu, 31/07) untuk pertama kalinya Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dibawah kepemimpinan Suwarsa menerima penghargaan yang cukup bergengsi sebagai juara tiga dalam penyelenggaraan administrasi dan kesekretariatan partai tingkat cabang se Jawa Tengah.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara halal bi halal dan Harlah PKB ke 18 yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Tengah. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi DPW PKB Jawa Tengah terhadap kinerja kesekretariatan DPC selama ini dan juga untuk menambah semangat dalam pengelolaan administrasi partai, demikian dikatakan Abdul Arif, sekretaris DPW PKB Jawa Tengah.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang diberi kehormatan untuk  memberikan penghargaan berupa piagam kepada masing masing juara. Adapun DPC PKB Magelang diwakili oleh Ismail.
“Semula saya tidak mengira DPC PKB Magelang bakal mendapatkan penghargaan ini, karena selama ini kami yang diserahi tanggung jawab kesekretariatan dan administrasi merasa belum mendapatkan informasi lengkap sebelumnya akan adanya pemberian penghargaan ini. Tapi, karena kita dituntut untuk kerja profesional dan dalam masa penataan manajemen partai, maka kita bekerja lebih maksimal” terangya.
Dalam kesempatan tersebut DPC PKB Magelang yang hadir perwakilan dari ketua dan sekretaris dewan syuro dan dewan tanfidz, Perempuan Bangsa, segenap anggota FPKB, dan Garda Bangsa.(njb)

Selasa, 19 Juli 2016

JELANG HUT PKB KE 18, DPC PKB KABUPATEN MAGELANG SIAPKAN RATUSAN ATRIBUT, BIBIT POHON DAN BENDERA

MAGELANG (18/07). Jelang peringatan Hari Ulang Tahun Partai Kebagkitan Bangsa (HUT PKB) ke 18, DPC  PKB Kabupaten Magelang menyiapkan ratusan atribut dan bendera.
Rencananya atribut dan bendera tersebut akan dipasang di sepanjang jalan raya Mertoyudan hingga Palbapang.  Selain itu, dalam peringatan HUT PKB ke 18 yang jatuh pada tanggal 23 atau sabtu besok, DPC PKB Kabupaten Magelang akan menggelar serangkaian acara sebagaimana instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat.
“ Dalam rangka memperingati HUT PKB ke 18 ini, semua DPC dan DPW diminta oleh DPP untuk mengadakan acara sederhana berupa doa bersama dan mujahadah. Khusus untuk Kabupaten Magelang rencananyan akan kita adakan rangkaian acara tambahan berupa ziarah kubur ke para tokoh yang ada di Magelang yang telah berjasa untuk membesarkan NU dan PKB” terang Suwarsa, ketua DPC PKB Kabupten Magelang.
Adapun tujuan tempat ziarah yang dikunjungi diantaranya Makam K.H.Dalhar Gunungpring, Makam K.Ahmad Abdul Haq Watucongol, makam K.Ma’shum Punduh, K.Abdurahman Tegalrejo, Abdul Khori Arif Dukun dan lainya.
Ditambahkanya pula bahwa kegiatan ini merupakan bagian awal dari upaya menghidupkan tradisi sebagaimana dicontohkan oleh para pendiri PKB.  Selain itu, kegiatan besok rencananya juga akan dibagikan sejumlah bibit pohon kepada para kader PKB yang hadir untuk dibawa pulang dan ditanam dilingkungan masing masing. Sehingga PKB dengan slogan Green Party ini benar benar bisa mecerminkan sebagai partai yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
 “Jadi, PKB bukanlah partai yang hanya mengurusi masalah politik saja, tapi juga berkomitmen untuk melestarikan tradisi dan budaya yang ada di tengah masyarakat termasuk juga menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, karenanya nanti kita juga bagikan ratusan bibit pohon yang bisa dibawa pulang dan ditanam oleh para kader PKB yang ada, ini sebagaimana slogan PKB sebagai Green Party dalam pengertiAn yang sebenarnya ” imbuhnya.
Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh segenap Pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang, Perempuan Bangsa, FPKB dan DPAC se Kabupaten Magelang.

Acara dimulai pukul 07.00 kumpul di DPC untuk kemudian berangkat ziarah bersama sama sampai siang hari dan kembali ke tempat semula untuk makan siang dan sholat berjamaah dan dilanjutkan acara mujahadah dan refleksi HUT PKB Ke 18 dengan Narasumber K.H. Sholihun dari Geger Tegalrejo.(njb)

Jumat, 01 Juli 2016

DPC PKB MAGELANG GELAR BUKA BERSAMA DENGAN PENGURUS PAC

MAGELANG (30/06).  Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Magelang, kemarin (29/06) menggelar acara buka bersama di Pondok Pesantren Nurul Hasan Geger, Tegalrejo.
Acara yang diikuti oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang yang terdiri dari ketua Dewan Syuro, Ketua dan sekretaris Dewan Tanfidz se Kabupaten Magelang ini selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi bagian dari ajang konsolidasi.
Nampak hadir dalam acara tersebut, ketua DPW PKB Jawa Tengah, Muhamad Yusuf Chludori didampingi anggota dewan fraksi PKB Jawa Tengah, Drs.Budiono dan M.Hendri Wicaksono serta segenap anggota fraksi PKB Kabupaten Magelang.
Dalam kesempatan tersebut, K.H.Muhamad Solikhun selaku tuan rumah sekaligus ketua Dewan Syuro DPC PKB Magelang menyampaikan dalam sambutanya pentingnya menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk melakukan instrospeksi demi langkah PKB ke depan lebih baik.
 Sementara itu, Muhamad Yusuf Chludori dalam kesempatan yang sama mengatakan perlunya menumbuhkan Ruhul Jihad bagi kader partai karena berpartai adalah bagian dari perjuangan bukan hanya sekedar untuk tujuan yang pragmatis. “ PKB harus tampil berbeda dengan partai partai lain, berpartai tidak boleh berkalkulasi untung rugi karena berpartai adalah berjihad dan berjuang, terlebih PKB merupakan partai yang memiliki nasab tinggi, didirikan oleh para ulama yang peduli terhadap bangsa ini. Tugas kita saat ini adalah bagaimana menyambungkan semangat berpartai NU pada tahun 1955 dengan partai kita saat ini. Tumbuhkan ruhul jihad di PKB laksana partai NU di tahun 1955 dan di bulan Romadhan ini kita jadikan momentum untuk mensucikan hati kita karena semangat ruhul jihad hanya bisa muncul dari hati yang suci dan ikhlas” ujar pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini.
Hal tersebut diamini oleh Drs. Suwarsa selaku ketua DPC PKB Magelang yang selalu menekankan pentingnya PKB memberi warna baru dalam kancah perpolitikan yang ada saat ini dengan semangat berjihad dan berjuang meneruskan cita cita perjuangan para pendiri PKB.

Acara yang diakhiri dengan buka bersama itu jiuga dimanfaatkan untuk membagikan bingkisan lebaran kepada segenap pengurus PKB di tingkat DPC dan PAC. (Njb)

Minggu, 08 Mei 2016

RATUSAN JAMA’AH PADATI KANTOR DPC PKB MAGELANG SEMARAKAN NUSANTARA MENGAJI

MAGELANG (8/4). Pelaksanaan Nusantara Mengaji yang berlangsung tanggal 7-8 Mei 2016 yang diinisiasi oleh Abdul Muhaimin Iskandar, ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Hal ini terlihat dengan melebihinya target yang ditentukan dari 300.000 khataman menjadi 325.000 lebih khataman sebagaimana laporan dari Koordinator Nasional, Jazilul Fawaid, dalam sambutan pembukaanya yang disiarkan secara live di TVRI  tadi malam (7/4).
Adapun di Kabupaten Magelang sendiri juga melebihi jumlah yang ditargetkan, sebagaimana laporan dari beberapa dewan fraksi PKB yang masing masing mendapat jatah 200 khataman sampai dengan pembukaan tadi malam telah melebihi quota.
“Animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Nusantara Mengaji di Magelang cukup bagus sehingga quota 200 khataman yang ditargetkan setiap dewan sudah terpenuhi, bahkan ada yang melebihi target” ujar Yogyo Susaptoyono, anggota Dewan FPKB Kabupaten.
“Jika sebelumnya kami agak kerepotan mencari majlis khataman Al-Qur’an, namun mendekati hari H pelaksanaan justru animo masyarakat semakin tinggi, bahkan tidak sedikit yang menawarkan diri untuk turut bergabung, termasuk teman teman saya yang dari alumni pondok di Jawa Timur sehingga quota melebihi target yang ditentukan, mungkin inilah keberkahan dari al-Qur’an” imbuh pria yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Magelang ini.
Sementara itu, guna menyemarakan kegiatan Nusantara Mengaji, kantor DPC PKB Kabupaten Magelang mengundang ratusan jamaah dari kelompok Nariyah yang mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak 100 khataman. Acara yang digelar di kantor PKB kali ini berlangsung dua sesi, untuk pembukaan malam harinya mengkhatamkan 5 khataman dilanjutkan pagi harinya sebanyak 95 khataman oleh jama’h nariyah.
Sebelum pembacaan al-Qur’an dimulai, terlebih dahulu dibuka secara formal dengan manual acara yang sudah diatur oleh panitia pusat.  
 “Gerakan Nusantara Mengaji yang diinisiasi oleh Abdul Muhaimin Iskandar ini merupakan langkah tepat yang perlu didukung oleh bangsa Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak dan terstruktur, dari bagian paling timur Indonesia sampai bagian paling barat Indonesia. Khusus di Magelang kita ditargetkan 1.800 khataman yang terbagi dalam beberapa majlis yang tersebar di beberapa pesantren, Masjid, Majlis Ta’lim, Mushola, gedung NU, jamaah pengajian kampung termasuk juga yang diadakan di Kantor DPC PKB Magelang malam ini sampai besok (hari ini.red) dengan melibatkan jamaah nariyah yang akan mengkhatamkan 100 khataman dengan lebih dari 500 orang pembaca” terang Suwarso, ketua DPC PKB Kabupaten Magelang.
Setelah itu para jamaah menyaksikan tayangan siaran langsung pembukaan yang ditayangkan di TVRI pada layar monitor yang telah disediakan oleh DPC PKB. Selanjutnya dibacakan wasilah yang telah diberikan dari panitia pusat dalam rangka mengawali kegiatan Nusantara Mengaji.(Njb)



Selasa, 19 April 2016

AKTUALISASI GERAKAN POLITIK RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN

(Bagian II)
Oleh : M.Najib Aulia Zaman, S.Th.I

Akhirnya kesempatan untuk melanjutkan tulisan kedua bisa terpenuhi, meski tulisan ini mungkin tidak jauh beda dari sebelumnya, kurang sistematis dan masih mengenai tema politik. Tulisan ini bagian dari eksplorasi bacaan tentang perpolitikan di Negara yang menganut sistem demokrasi ini. Ada sebuah anekdot yang cukup eksploitatif menggambarkan dinamika politik di Negara kita.
Seorang bocah bertanya kepada ayahnya, “Ayah, dapatkah Ayah jelaskan apa itu politik?” Ayah: “Nak, Ayah akan jelaskan agar kamu mudah mengerti. Ayah adalah pencari nafkah bagi keluarga. Ayah bisa disebut kapitalisme. Ibu adalah pengatur keuangan. Ibumu bisa kamu sebut pemerintah. Ayah dan Ibu memenuhi kebutuhanmu, kamu adalah rakyat. Bibi, pembantu kita, dinamakan buruh. Adikmu yang masih bayi, kita sebut masa depan.
Setelah selesai berbicara dengan ayahnya, ayah itu masuk kamarnya untuk tidur. Tengah malam ia mendengar adiknya menangis. Ia bangun dan memeriksa. Adiknya masih basah kuyup dan kotor karena ompol dan buang air besar. Anak itu pergi ke kamar orang tuanya. Ia melihat ibunya sedang tidur pulas. Kamar pembantu terkunci. Ia mengintip dari lubang kunci. Ia kaget melihat ayahnya tidur bersama pembantu. Ia sangat marah, tetapi langsung kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya, anak itu berkata kepada Ayahnya.
“Kurasa sekarang aku mengerti apa itu politik”
“Bagus Nak, ceritakan kepadaku apa pendapatmu tentang politik?”
“Saat kapitalisme memanfaatkan buruh, pemerintah tertidur, rakyat hanya bisa menonton dan bingung mendapati masa depan berada dalam kesulitan besar”.
Hee,,sungguh anekdot yang cukup menarik yang saya baca dari sebuah buku karya J.Sumardiyanta (Tidak perlu saya sebutkan judulnya, karena sama sekali bukan buku politik).  Realitas seperti itu memang benar terjadi di negeri ini. Hanya persoalanya bagaimana kita sebagai rakyat harus bisa bertindak untuk menyelamatkan masa depan bangsa ini sehingga tidak dimanfaatkan oleh kelompok kapitalis yang bisa dengan seenaknya mengatur Negara. Mencuatnya kasus “Papa Minta Saham” yang  kemarin sempat ramai dibincangkan menjadi bukti adanya keterlibatan kaum kapitalis. Pengusaha besar berinisial RC seorang raja minyak dengan kekuatan kapitalnya bisa turut mengatur kebijakan pemerintah. Bahkan dalam salah satu rekaman pembicaraanya disebutkan mampu menggulingkan presiden sekalipun.
Pemerintah tertidur ketika proyek hambalang menjadi bancakan para pengusaha yang memanfaatkan kedudukan politisnya, sebagaimana dilakukan mantan bendum partai Demokrat M.Nazarudin. Melalui perusahaan miliknya PT Permai Group menerima gratifikasi dari proyek sarana olahraga itu. Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton dan masa depan Hambalang pun sampai saat ini tidak jelas mau diapakan.
Begitulah ketika politik hanya dimaknai sebagai arena pertarungan perebutan kekuasaan saja, maka pengusaha pun turut ambil bagian guna menyelamatkan kepentingan bisnisnya atau mencari cari proyek yang bisa mendukung usahanya meski harus mengorbankan rakyat jelata.
Maka tidak heran jika akhirnya rakyat menganggap politik itu adalah kotor sebagaimana saya singgung pada tulisan sebelumnya . Kapitalisme menjadikan politik bermental transaksional, who get what, when and how? Siapa dapat apa, kapan dan bagaimana? Sehinggg yang terjadi adalah politik hanya untuk golongan orang kaya/pemodal.

Di tengah ketidak percayaan masyarakat terhadap dinamika politik yang ada saat ini, PKB dengan mengusung konsep politik Rahamatan lil ‘alamiin seakan menemukan relevansinya bagi keberlangsungan tata kelola Negara yang lebih beradab.   Karena dalam salah satu poin Mabda’ Siyasi PKB adalah Kekuasaan untuk kesejahteraan yang termanifestasikan dalam bentuk politik pelayanan, keteladanan, kehadiran dan kepeloporan.Semoga PKB dengan jargon membela rakyat bisa menjawab kegelisahan dan apatisme masyarakat terhadap politik saat ini.


Minggu, 17 April 2016

DPC PKB MAGELANG AKHIRI RANGKAIAN MUSRAN DAPIL VI

MAGELANG (17/04). Musyawarah Ranting  PKB se Kecamatan Muntilan yang digelar hari ini menjadi agenda terakhir dari rangkaian Musran di Dapil VI.  Dari 14 ranting  hanya satu ranting yang tidak hadir yakni kelurahan Muntilan yang sebagaimana pengakuan dari ketua PAC PKB Muntilan, Muhamad Misbah  bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan komunikasi  namun belum ada tanda tanda untuk direspon. Meski demikian dirinya yakin bahwa  PKB Muntilan akan semakin solid dan ke depan bukan tidak mungkin Muntilan akan memiliki wakil di dewan dari PKB.
“Kita satukan kekuatan dengan melakukan sinergi terutama kepada NU dan Banomnya agar PKB bisa mendulang suara yang lebih banyak daripada pemilu sebelumnya sehingga harapan untuk memiliki wakil di dewan bisa terwujud” tegas Misbah dalam sambutanya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Mabar selaku sekretaris DPC PKB Magelang menyampaikan pentingnya membangun konsolidasi ke semua tingkatan sehingga target menjadikan PKB urutan pertama di Kabupaten Magelang bisa terwujud.
“DPP menargetkan agar PKB bisa menjadi urutan kedua mengalahkan Golkar, kalau di tingkat provinsi (Jawa tengah,red.) sepertinya juga masih berat untuk menjadi nomor satu jadi paling tidak urutan dua, sedangkan di Kabupaten Magelang sangat mungkin PKB bisa menjadi nomor satu mengingat hal tersebut pernah dialami pada Pemilu tahun 1999, jadi pada 2019 mendatang PKB harus dan wajib menjadi nomor satu” ujarnya disambut tepuk riuh hadirin.

Musran yang digelar di aula balai desa Pucungrejo ini berjalan dengan lancar dan kondusif dengan adanya tambahan motovasi dari Syukur Akhadi selaku dewan syuro dan Suwarsa selaku Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang.
“Jangan sampai Muntilan sebagai Kecamatan yang hebat dan strategis ini pada Pemilu ke depan masih belum memiliki wakil di dewan, sejarah kebesaran PKB di Muntilan harus kita raih kembali, biarkan partai lain berkonflik,PKB sudah khatam soal itu,sekarang saatnya kita menata kembali demi kebesaran PKB ke depan” ujar Syukur. (Njb)



Kamis, 03 Maret 2016

TERIAKAN YEL-YEL DAN NYANYIAN WARNAI MUSRAN PKB

MAGELANG (3/3) Ada nuansa yang cukup berbeda dari pelaksanaan Musyawarah Ranting (MUSRAN) serentak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kali ini. Dimana forum yang biasanya terkesan formal dan serius ini justru terlihat meriah dan penuh keceriaan. Hal ini tidak lain karena sebelum acara dimulai para peserta MUSRAN diajak untuk bernyanyi bersama dan meneriakan yel-yel.
Bahkan acara tersebut dipandu langsung oleh ketua DPC PKB Kabupten Magelang, Drs.Suwarsa seperti yang tampak pada MUSRAN di Kecamatan Sawangan dan Mertoyudan kemarin (Rabu,2/3). Hal itu guna membangun semangat kebersamaan dan menumbuhkan ikatan emosional kader PKB.
Peserta Musran terlihat antusias menyambut ajakan dari ketua DPC, mereka langsung berdiri dan serentak mengikuti aba-aba yang diberikan dan dengan penuh semangat mereka menyanyikan lagu mars PKB yang ditampilkan dalam layar monitor dan menirukan yel yel yang diajarkan.
“Kebersamaan dan kekompakan teman teman semua dalam menyanyikan mars PKB dan Yel-yel menjadi cerminan sejauh mana kekompakan kalian semua dalam menjalankan roda organisasi partai, karena PKB jika ingin maju, kita harus kompak dan kita akan tunjukan dalam semangat kebersamaann ini melalui yel-yel dan nyanyian” tegas Suwarsa dihadapan para peserta MUSRAN.
“Jadi kalau nanti saya mengatakan Siapa kita? Kalian jawab Kader PKB!, NKRI? Dijawab Harga mati!, PKB? Jawab Bangkit untuk menang!” teriak Suwarsa memberikan instruksi yel-yel PKB.
Adapun pelaksanaan MUSRAN di kedua kecamatan tersebut kemarin berjalan lancar dan kondusif dengan mekanisme pemilihan ketua secara musyawarah mufakat.(Njb)

Selasa, 01 Maret 2016

DPAC PKB MUNGKID GELAR MUSRAN SERENTAK

MAGELANG (1/3). Mungkin ini pertama kali dalam sejarah pelaksanaan Musyawarah Ranting (MUSRAN) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Mungkid hari ini yang bertempat di Kantor DPC PKB Magelang yang pemilihanya dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat.
Hal ini memang menjadi harapan pengurus DPC PKB Magelang yang menekankan pentingnya pengambilan keputusan termasuk dalam pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat.
“Demi kemajuan PKB ke depan, maka penataan kepengurusan di tingkat bawah harus dilakukan, selain itu kita menekankan pentingnya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan dan pemilihan . Adapun dalam menentukan kepengurusan PKB memakai qoidah "Al muhafadlotu ' Ala Qodimisholih wal ahdlu bil jadidil Aslah". Kita pertahankan nilai- nilai lama yang baik dan kita ambil nilai-nilai baru yang lebih baik," terang Suwarsa, ketua DPC PKB Magelang.

Musran yang dilaksanakan secara serentak dengan diikuti oleh 16 ranting ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Magelang Fraksi PKB dari Dapil I Yogyo Susaptoyono dan Muhamad Adib. Dalam sambutanya Yogyo Susaptoyono, mengatakan restrukturisasi kepengurusan ini merupakan bagian dari skala prioritas program yang harus segera dilksanakan PKB di tahun 2016 ini. Ditambahkan pula PKB ke depan akan lebih diperhitungkan dengan adanya kesolidan dari para kader PKB . “PKB akan maju,jika kita bersatu. Politik itu ibadah dan kita akan perjuangkan nilai yang diusung partai ”tuturnya.(Njb)

Senin, 29 Februari 2016

AKTUALISASI GERAKAN POLITIK RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN

Oleh : Muhamad Najib Aulia Zaman, S.Th.I

Tulisan ini satu dari dua bagian tulisan yang sedianya akan kami dedikasikan kepada segenap kader PKB yang mau menyempatkan untuk membaca, mungkin sepintas hanya terlihat seperti sebuah rangkuman dari berbagai tulisan, namun apapun anggapan itu tulisan ini merupakan bagian dari upaya saya pribadi  untuk lebih mengenalkan konsep politik yang diusung PKB yang saya anggap paling sesuai dan layak diperjuangkan, mengingat sampai saat ini masih ada sebagian orang yang menganggap politik itu kotor, hanya identik dengan kepentingan kepentingan, dan perebutan kekuasaan dengan cara cara yang licik. Seolah politik adalah suatu yang harus dihindari, dijauhi sehingga masyarakat menjadi apatis untuk terlibat dalam politik. Dunia politik memang kadang lebih menampakan pada kepentingan kekuasaan yang tidak jarang dilakukan dengan intrik intrik yang menghalalkan segala cara, bahkan teman sendiri pun akan menjadi musuh ketika berhadapan dengan  kepentinganya, sehingga dikenal istilah dalam politik bahwa tidak ada lawan dan kawan abadi yang ada adalah kepentingan abadi.
Kita memang tidak bisa memungkiri akan relitas tersebut, tapi bukan berarti kita harus menyalahkan mereka yang berpolitik, bahkan cenderung mengeneralisir bahwa semua yang berpolitik pasti akan menghalalkan segala cara, pasti melakukan politik uang (Money politic), pasti berpolitik hanya untuk mengincar jabatan, memupuk kekayaan dan sebagainya. Jika demikian halnya seolah kita menganggap bahwa politik hanya ruang yang diperuntukan bagi mereka yang sudah tidak memiliki hati nurani, hilang akal sehatnya yang tega menghantam siapa saja yang  menghalangi kepentinganya meraih kuasa dengan menggadaikan harga diri dan kejujuranya.
K.H.Wahab Chasbullah salah satu ulama pendiri Nahdlotul Ulama (NU) pernah menyatakan bahwa Islam dan politik tidak dapat dipisahkan. Bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa semua orang yang berpolitik pasti melakukan cara cara licik dan keji yang bertentangan dengan nilai ajaran Islam, sedangkan Nabi SAW sendiri pun juga berpolitik karena tersebarnya ajaran Islam ke berbagai negeri tidak lepas dari peran politik beliau. Para sahabat dan para ulama kita dahulu juga berpolitik. Barangkali pemahaman akan makna politik yang sebenarnya harus mulai dikenalkan kepada masyrakat, bahwa politik tidak identik dengan kebohongan, kelicikan, manipulasi, suap untuk meraih kekuasaan,  tapi berpolitik itu adalah bagian dari ibadah yang darinya bisa teruwujud kemaslahatan dan kemanfaatan bagi keberlangsungan hidup manusia. Maka, seharusnya masyarakat khususnya umat Islam tidak boleh apatis terhadap politik karena jika kita apatis justru akan dijadikan obyek suatu kepentingan yang tidak jelas arahnya.
Bahkan dikatakan oleh K.H. Dimyati Rois dalam pengantar buku “Pedoman Berpolitik Warga NU”, bahwa berpolitik itu hukumnya fardhu kifayah seraya mengutip pernyataan Imam Al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin, Yakni politik pada dasarnya merupakan usaha-usaha perbaikan manusia menuju jalan yang lurus dan menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan di akhirat (Assiyasatu istishlahu annas ila at thoriqi al munji dunyan wa ukhron ). Maka, dengan pengertian ini, umat islam wajib berpolitik karena sangat terkait dengan iman dan akidah, karena hanya dengan iman dan akidah umat manusia bisa selamat, bahagia dunia dan akhirat.
Jika politik dimaknai demikian maka tidak ada alasan lagi untuk menjauhi dunia politik, meski tidak semua harus terjun di dunia politik, karena hukum fardhu kifayah itu berarti kewajiban akan gugur ketika sudah ada yang melaksanakan. Hanya saja masyarakat juga harus tahu bagaimana makna politik yang sebenarnya, sehingga tidak mudah dimanfaatkan. Masyarakat harus bisa menilai mana berpolitik yang dibenarkan dan yang tidak, jangan sampai masyarakat buta akan politik meski tidak terjun langsung dalam dunia politik.
Setidaknya masyarakat tahu bahwa dalam persepektif agama politik itu adalah panggilan hidup yang mulia karena adanya asas kemanfaatan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW “Khoirunnaas anfa’ahum linnaas” sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Seorang politisi yang mengeluarkan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat melalui undang-undang yang dibuatnya, sehingga terjamin hak dan kebutuhan hidup rakyat, maka dia telah turut berperan memberi manfaat bagi orang banyak. Dari sisi akidah, politik turut berperan menangkal bahaya radikalisme dan ideologi lain yang bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal jama’ah yang kita yakini selama ini dengan kebijakan kebijakan yang  mendukung penuh untuk dilaksanakanya praktek peribadahan ala Ahlussunnah wal jama’ah an Nahdliyah.
Maka pada Muktamar NU XVIII di Krapyak Yogyakarta pada tahun 1989 salah satu poin yang dicetuskan dalam pandanganya mengenai politik adalah bahwa berpolitik bagi Nahdlotul ‘Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan Akhlakul Karimah  sebagai pengamalan ajaran Ahlussunnah wal jama’ah.
Bagi kita selaku warga NU, menegakan dan menjaga akidah Ahlussunnah wal jama’ah adalah kewajiban yang salah satu caranya bisa dilakukan melalui jalur politik berupa dukungan kekuasaan, kebijakan dan birokrasi. Bagaimana jadinya jika penguasa kita, birokrat kita dan penentu kebijakan kita berisi orang orang yang berpaham wahabi? yang saat ini pun sebenarnya sudah mulai ada di ruang ruang strategis di pemerintahan. Relakah jika kemudian akidah kita terpinggirkan, praktek keagamaan seperti thalilan, manakiban, berjanjenan, ziarah kubur semua dilarang? Sedangkan kita hanya bisa mengutuki sistem yang sudah berjalan ala mereka yang anti terhadap amalan keagamaan kita.
Lantas apa yang mesti kita lakukan agar semua itu tidak benar terjadi, adakah partai yang memiliki komitmen untuk tetap memperjuangkn tegaknya ajaran Ahlussunnah wal jama’ah an Nahdliyah? Yang memaknai politik sebagai ibadah, yang memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh, yang memiliki kesadaran pluralitas yang tinggi,  terbuka dan inklusif? Jawabanya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hanya PKB satu satunya partai yang menerapkan konsep politik Rahmatan lil ‘alamiin yang merupakan pengejawantahan dari ayat al-Qur’an yang berbunyi “Kekuasaan itu dititipkan kepada manusia sebagai khalifah (wakil Tuhan) di muka bumi untuk dikelola, dimanfaatkan, digunakan, dan di –abdi-kan sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan bumi beserta seluruh isinya” (QS-Al Baqarah;30 dan Al-An’am;165) .

Maka, jika kita masih peduli dengan akidah kita, cinta bangsa dan tanah air kita, Pancasila dan UUD 45 saatnya kita bersatu menyatukan suara di barisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) partainya orang NU, yang lahir dan dibesarkan oleh para ulama NU, partai yang mengakui asas tunggal Pancasila, partai yang lantang menyuarakan NKRI harga mati dan Partai yang akan senantiasa memperjuangkan nilai ajaran Ahlussunnah wal jama’ah an Nahdliyah. (Bersambung)

Minggu, 28 Februari 2016

PKB MAGELANG SIAP MUSRAN SERENTAK

MAGELANG (26/02). Sebagai bagian dari komitmen kepengurusan DPC PKB Magelang untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan di tingkat bawah, baik PAC, Ranting maupun Anak Ranting mulai besok bulan Maret sampai April 2016 akan dilaksanakan Musyawarah Ranting (MUSRAN) secara serentak yang dibagi menjadi tiga tahap. Diawali dari Kecamatan Mungkid yang diagendakan besok tanggal 1 Maret bertempat di kantor DPC PKB Magelang.
Masing masing ranting akan diwakili sebanyak 7-10 orang dengan keterwakilan setiap dusun. Adapun panitia lokal diserahkan kepada Pengurus Anak Cabang sedangkan materi dan pembiayaan akan dibantu dari Dewan Pengurus Cabang.
“Masing masing PAC akan kita fasilitasi guna memenuhi kebutuhan MUSRAN termasuk tim pendamping yang telah kita bagi per dapil. Diharapkan nantinya kepengurusan ranting segera terbentuk dan segera bisa menjalankan program yang sudah kita tetapkan agendanya” terang Suwarsa selaku ketua DPC PKB Magelang.
Guna persiapan tersebut setidaknya ada delapan PAC yang sudah diberi pembekalan dan arahan pelaksanaan kegiatan MUSRAN. Selain penjelasan tehnis pelaksanaan, PAC juga dibekali materi yang sudah disiapkan DPC termasuk penekanan pada program kerja yang harus ditindaklanjuti oleh pengurus ranting yang terbentuk.n

“Kita sampaikan bahwa prioritas program yang harus dilaksanakan oleh pengurus ranting yang paling tidak mencakup restrukturisasi pengurus di tingkat ranting maupun anak ranting, kaderisasi dimana setiap pengurus ranting wajib mengikuti Pelatihan Kader Pertama (PKP), KTA-nisasi dan Branding partai yang mengharuskan para kader PKB untuk memanfaatkan media social dalam mensosialisasikan kegiatan kegiatan partai di daerahnya masing masing”imbuh Suwarsa. (Njb)